Film ini menceritakan tentang para karyawan yang
mengalami pemecatan. Padahal mereka sudah bekerja bertahun-tahun di perusahaan
tersebut, tapi entah mengapa tiba-tiba mereka dipecat oleh perusahaan tersebut.
Pada saat itu Amerika memang mengalami krisis ekonomi, yang kemudianberdampak terhadap pemecatan parakaryawan dengan alasan efisiensi. Bobby
Walker adalah seorang eksekuif menengah pertama yang mengalami pemecatan.
Meskipun pada awalnya ia terus berkeinginan bahwa hidupnya akan terus berjalan
baik-baik saja sesuai dengan rencananya tapi dia salah, dan pada akhirnya dia
menyadari bahwa krisis benar-benar telah mengubah kondisi perekonomian Amerika
Serikat yang membuatnya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Pada saat itu selama dia belum mendapatkan pekerjaan yang
baru, dia dan para karyawan lainnya di kirim untuk mengikuti kelas orientasi
dimana para pekerja yang mengalami pemecatan / PHK akan dibina dan diberi
motivasi untuk tidak takut, ataupun cemas untuk bangkit kembali dalam
mendapatkan pekerjaan barunya.Yaitu mereka diberi motivasi tentang ‘Si Macan’
‘Aku akan menang, mengapa karena aku punya keyakinan, keberanian, dan
antusiasme. Itu yang harus mereka pegang teguh dalam masa-masa dimana mereka belum
mendapatkan pekerjaan. Selama waktu 3 bulan tersebut Bobby mencoba melamar ke
perusahaan yang lainnya juga, tapi sayang usahanya hanya sia-sia mengapa
demikian, karena Bobby hanya ingin bekerja jika digaji dengan gaji yang tinggi
dimana dulu pada saat dia bekerja di GTX dia digaji diatas 120 ribu dolar per
tahun ditambah tunjagan-tunjangan yang lainnya, tapi dimana dia melamar
pekerjaan tersebut dengan posisi yang berbeda dibawah posisi dia dulu saat di
GTX dia hanya mendapat gaji pokok 65 ribu dolar per tahun, akhirnya dia
menolaknya secara mentah-mentah. Dan pada akhirnya ia putus asa dan dia bekerja
untuk menjadi kuli bangunan untuk kakak iparnya. Setelah sekian lama dia
bangkit dengan membuka perusahaan baru yang notabene para karyawannya itu sendiri
adalah orang-orang yang dulunya terkena PHK oleh GTX tempat dia dulunya bekerja,
mereka semua memulainya dari nol dengan tidak melihat kemewahan seperti dulu
yang prnah mereka peroleh sebelumya di GTX.
Motivasi dari film ini
yaitu
-Dari keluarganya terutama dari istri dan
anak lelakinya yang menginginkan sebuah mainan yang tidak sanggup untuk
membelinya dan akhirnya dikembalikan lagi. Pada dasarnya roda kehidupan itu
selalu berputar yang tadinya berada diatas pada akhirnya akan merasakan saat
berada dibawah juga. Begitu pula dengan jabatan yang tinggi disuatu perusahaan
belum tentu terhindar dari PHK.Untuk itu mempertahankan sesuatu itu
sulit,apalagi sebuah jabatan yang tinggi,jika lengah sedikit pasti akan
terjatuh juga pada akhirnya.
Selasa, 18 September 2012
DPR Berencana Merevisi UU Sisdiknas
JAKARTA, KOMPAS.com --
DPR berencana untuk merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013
tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pengajuan revisi UU
Sisdiknas tersebut dimaksudkan untuk menata kembali sistem pendidikan
nasional yang dirasakan masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk
kebijakan-kebijakan pendidikan yang terus menuai pro dan kontra.
"Ada
keinginan Komisi X untuk berinisiatif mengajukan revisi UU Sisdiknas.
Momentum yang diambil ketika UU Sisidiknas memasuki usia 10 tahun, yakni
tahun 2013," kata Zulfadhli, anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai
Golkar, Selasa (18/9/2012) di Jakarta.
Anggota Komisi X Dedi S
Gumilar menyampaikan hal senanda. "Pengajuan revisi memang belum secara
formal. Kami tengah mengkaji pasal-pasal mana saja yang perlu direvisi,
terutama yang tidak sesuai konstitusi dan perkembangan pendidikan," kata
Dedi dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurut Zulfadhli, dalam
perkembangannya, banyak pihak menilai hal-hal yang diatur dalam UU
Sisidiknas masih kurang. Ada sejumlah pasal yang dirasakan belum bisa
mengawal kemajuan pendidikan Indonesia di masa sekarang dan masa depan.
"Seperti
wajib belajar 9 tahun yang diatur dalam UU Sisidiknas, kan sudah
selesai. Kita mau bergerak maju ke wajib belajar 12 tahun, namun belum
diatur di UU Sisdiknas," kata Zulfadhli.
Ia menjelaskan,
perkembangan pendidikan yang memerlukan payung hukum yakni soal
pendidikan anak usia dini (PAUD). "Saat ini, kebutuhan untuk
mengembangkan PAUD bagi semua anak usia dini di seluruh Indonesia sudah
mendesak. Namun, UU Sisidiknas belum memayungi penyelenggaraan PAUD
secara lebih detil. Termasuk juga soal desentralisasi pendidikan,
seperti perlu dikaji kembali. Terutama untuk memayungi keinginann banyak
pihak untuk menarik kembali urusan pendidikan, utamanya guru, ke
pemerintah pusat," tutur Zulfadhli.
Peran Strategi SDM dalam
Menghadapi Persaingan Global
Topik
Strategi SDM dalam menghadapi
persaingan di era globalisasi
1.Abstrak
Dalam era globalisasi persaiangan bisnis semakin tambah
ketat saja. Dari tingkat makro, pemerintah perlu meningkatkan komptensi SDM
melalui progam peningkatan mutu pendidikan. Sedangkan dalam tingkat mikro
sendiri, perusahaan perlu mengadopsi visi, misi, dan strategi yang tepat yang
didukung oleh strategi SDM itu sendiri. Selain itu perencanaan SDM juga perlu
didukung oleh nilai-nilai kreativitas, layanan, continuous, learning dan
inovatif. Dilihat dari segi lain juga pada dasarnya SDM itu sendiri berkaitan
dengan 3 aktivitas yaitu : pengadaan, pemeliharaan, serta pelatihan dan
pengembangan.
2. Teori
a.
Perubahan peran SDM
Saat teknologi baru dalam
bidang seperti pengujian, dan mewawancarai mulai muncul, departemen mulai
memainkan peran yang lebih luas dalam pemilihan, pelatihan, dan promosi
karyawan. (Gary Dessler chapter 1)
Jurnal hal 2 Paragraf 1 dan hal 5
paragraf 3
b.
Perubahan lingkungan manajemen SDM(Lingkungan yang berubah)
Globalisasi mengacu pada
kecenderungan perubahan untuk memperluasan penjualan, kepemilikan dan untuk
manufaktur mereka ke pasar baru di luar negeri. ( Garry Dessler Chapter 1)
Jurnal Hal. 2 paragraf 1 dan Hal 2
paragraf 2
c.
Standar pengukuran
Pengukuran kinerja SDM
membutuhkan lebih dari sekedar standar pengukuran kinerja SDM yang ada saat
ini. Manajemen puncak butuh dan mengharapkan informasi lebih jauh . Contoh CEO
mungkin menanyakan manajer SDM untuk mempertahankan progam susulan SDM yang
baru dengan sejumlah angka.
(Garry
Dessler chapter 1)
Hal 3 paragraf 1
d.
SDM dan keuntungan kompetiif
Dalam rangka strategi
kompetitif yang efektif perusahaan harus memiliki satu atau lebih keuntungan kompetitif.
Keuntungan kompetitif data berwujud dalm berbagai bentuk. (Garry Dessler chapter 3)
Hal 5 paragraf 3
e.
Mengukur SDM : Strategi, standar pengukur, dan kartu nilai SDM
Strategi adalah rencana
perusahaan untuk menyeimbangkan kekuatan dan kelemahan internal dengan
kesempatan dan ancaman eksternal dalam mempertahanakan keuntungan kompetitif. (Garry Dessler chapter 1)
Hal 2 paragraf 3
Hal 4 paragraf 6
Hal 1 paragraf 1, 2, dan 3
4. Kesimpulan
Globalisasi
sudah menjamah dari setiap kalangan,mulai dari sumber daya manusianya itu
sendiri yang juga dapat di ukur dari produktivitas masing-masing dalam
kinerjanya. Dalam konteks ini peran SDM sangat berguna sekali dalam membangun
sebuah perusahaan yang akan dibangun. Dengan adanya globalisasi diharapakan
para karyawan dapat memperluas daya pikirnya agar dapat bersaing di jaman era
global seperti ini Strategi dalam era globalisasi juga sangat mendukung dalam
perusahaan itu sendiri, sebab penentuan srtategi sumber daya manusia perlu
memperhatikan dan mempertimbangkan misi, visi, serta srtategi korporat, serta
perlu dirumuskan secara logis, jelas dan aplikabel. Selain itu dalam memilih
strategi SDM peranan struktur organisasi harus berorientsi pada kebebasan
bergagasan bagi semua karyawan, keterbukaan,suasana belajar yang kesinambungan.
5.
Saran
Dalam mengatasi peran sdm untuk menghadapi persaingan
global, perusahaan harus mampu dan bahkan juga harus jeli dalam memotivasi para
karyawannya, supaya tidak ketinggalan dalam era globalisasi. Perusahaan juga giat
mengadakan seminar bagi para karyawaannya agar mereka tau produktifitas dari
para karyawan itu sendiri.
Abad 21
diwarnai oleh era globalisasi, untuk mengantisipasi peragangan bebas tingkat
dunia, para pemimpin Negara ASEAN pada tahun 1992 memutuskan didirikanya AFTA
(ASEAN free Trade Area) yang bertujuan meningkatkan keunggulan bersaing
regional karena produksi diarahkan pada orientasi pasar dunia melalui eliminasi
tariff / bea maupun menghilangkan hambatan tarif. Globalisasi ekonomi dan
sistem pasar bebas dunia menempatkan Indonesia bagian dari system tersebut.
Fakta menunjukkan bahwa akhir-akhir ini Indonesia “kebanjiran” barang-barang
luar negari seperti dari Cina, Taiwan, dan Korea yang relative murah harganya.
Kotter(1992) mengingatkan bahwa globalisasi pasar dan kompetisis menciptakan
suatu perubahan yang sanga besar. Strategi yang tepat harus diaplikasi untuk
meraih keberhasilan melalui pemanfaatkan peluang-peluang yang ada pada
lingkungan bisnis yang bergerak cepat dan semakin kompetitif. Banyaknya
perusahaan-perusahaan di dunia dan di Indonesia telah menyadari hal tersebut
dan memilih strategi perusahaan yang tepat. Strategi analyser dan bersifat
sangat berhati-hati dalam mengelola dan memanfaatkan peluangn bisnis serta
memiliki budaya perusahaan yang cenderung konvensional, birokratis, kurang
inovatif, dan berorientasi lokal. Perusahaan dengan strategi prospector harus
didukung oleh SDM yang menganut nilai-nilai inovatif, tidak birokratis dan
fleksibel. Tanpa ada kesesuaian antara strategi perusahaan dan strategi SD,
maka hampir pasti perusahaan tersebut akan menghadapi kesulitan.
Globalisasi
dan SDM
Istilah
globalisasi sebenarnya sudah sering dipergunakan sejak beberapa tahun terakhir.
Implikasi globalisasi pada manajemen SDM tampaknya masih kurang diperhatikan
secara proposional karena tolok ukur keefektifannya kurang memiliki keterkaitan
langsung dengan strategi bisnis. Capra(1997) mengemukakan bahwa penggeseran
paradigma mekanistik keparadigma holistic akan terus berjalan dengan
sendirinya. Stakeholders akan jauh beragam yang antara lain terdiri dari
pemegang saham, keryawan, keluarga, pemasok, pelanggan, komunitas, pemerntah,
ekosistem,Globalisasi adalah suatu kenyataan dan akan mempunyai dampak langsung
maupun tidak langsung pada kebanyakan aspek bisnis d Indoneia. Mendapatkan
calon karyawan yang berkualitas dan professional di Indonesia tidak selalu
mudah. Hal tersebut dikarenakan ketidaksesuaian antar job requirement dengan
kompetensi calon.
Hamel
dan Prahalad mengatakan bahwa kompetisi pada masa depan tidak hanya dapat
dilakukan dengan redefinisi strategi namun perlu juga redefinisi peranan
manajemen atas dalam menciptakan strategi sebab itu peranan para pelaku bisnis
dalam mengidentifikasi bisnis masa depan, menganalisis,merencanakan, menentukan
/ merumuskan serta mengimplementasi strategi yan tepat sangat.
Ada
8 masalah-masalah dimasa depan menurut Taylor (1994)
a.Trectch
goals yang mensyaratkan bahwa sasaran harus spesifik dan dapat diukur
b.Visi
masa depan
c.Struktur
yang ramping
d.Budaya
baru yang mengacu padaprofesionalisme, keterbuaan dan kerja samakelompok
e.Berorientasi
pada mutu atau layanan bekelas dunia
f.Manajemen
prestasi mensyaratkan setiap individu memberikan produk berkualitas dan layanan
yang memuaskan
g.Inovasi
menyeluruh
h.Kemitraan
da jaringan kerja
Strategi
Sumber Daya Manusia
Strategi sumber daya manusia berkaitan dengan misi, visi,
strategi perusahaan, SBU(Strategi Bussines Unit) dan juga strategi fungsional.
Strategi sumber dayamanusia mendukung
pengimplementasian strategi korporat dan perlu diterjemahkan
aktivitas-aktivitas SDM, kebijakan-kebijakan, progam-progam yang sejalan dengan
strategi perusahaan. Kesesuaian antara strategi perusahaan dan strategi SDM
perlu diupayakan mendorong kreativitas dan inovasi karyawan dalam mencapai
sasaran perusahaan. Faktor-faktor eksternal yan perlu dipertimbangkan mengacu
pada future trends and needs, demand dan supply, peraturan pemerntah, kebutuhan
manusia pada umumnya dan karyawan pada khususnya, potensi pesaing,
perubahan-perubahan social, demografis, budaya maupun nilai-nilai, teknologi.
Keuntungan
kompetitif adalah melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Sebab
itu network structure dan budaya perusahaan yang mengacu pada inovasi,
kreativitas dan belajar berkesinambungan. Pelatihan-pelatihan yang efektif peru
dirancang untuk meningkatkan kualitas SDM. Aset SDM yang perlu dievaluasi
adalah bobot/kualitas dan potensi SDM yam dimiliki saat ini kebijakan-kebijakan
SDM, system pengadaan, pemeliharaan dan platihan pengembangan, nilai-nilai yang
ada baik yang positif maupun yang negative serta kemampuan mengelola keragaman
SDM. IGM Mantera, misalnya mengemukakan pengukuran keberhasilan karawan
berdasarkan jenis ketrampilan :
a.Untuk
Ketrampian professional dipergunakan vitality index,
b.Untuk
ketrampilan manajerial diukur dari kesiapan suksesi.
4 Faktor SDM yang digunakan untuk
mengevaluasi:
·Tingkat
strategis, antara lain misi, visi dan sasaran organisasi.
·Faktor
internal SDM, antara lain asset SDM, kualifikasi SDM,
·Faktor-faktor
eksternal, antara lain demografis, perubahan social, budaya
·Faktor
Organisasi,antar lain struktur organisasi, strategi perusahaan.
·
Pertimbangan
Konseptual dalam Memilih Strategi SDM
Karakteristik
bisnis abad 21 yang seolah-olah dunia semakin tanpa batas akan ditandai dangan
perdagangan dunia yang kompetitif, tuntutan pelanggan semakin tinggi,hak paten,
factor lingkngan, product life cycle semakin pendek inovasi produk semakin
meningkat. Peranan struktur organisasi harus berorientasi pada kebebasan
bergagasan bagi semua karyawan, keterbukaan, suasana belajar yang
berkesinambugan. Organisasi yang belajar merupakan salah satu pendekatan yang
tepat daam mengemangkan sumber daya manusia untuk mengantisipasi masa depan.
5 komponen dasar Learning Organization
·Personal
mastery
·Mental
Models
·Shared
Vision
·Team
learning
·System
thinking
Strategi SDM
adalah retrenchment. Pada umumnya, perusahaan yang memilih strategi ini berada
dalam lingkungan yang sangat kompetitifsehingga implementasi strategi kurang
sistematik dan konsisten. Pelatihan ekstensif diberikan pada para recruites,
sebab itu jalur karir yang jelas biasanya direncanakan dengan seksama.
Mengacu ada
setiap tipologi, perusahaan perlu mempersiapkan strategi SDM yang efektif yang
dengan mempertimbangkan antara lian penanaman budaya perusahaan yang sesuai,
mengimplementasikan aktivitas SDM yiatu pengadaan,pemeliharaan, pelatihan dan
pengembangan secara tepat. Berkaitan dengan future predictable haraterictics
akan memberikan gambaran peranan strategi SDM secara jelas yang kemudian perlu
direncanakan kegiatan-kegiatan SDM yang mendukung.
Aktivitas SDM dalam Menghadapi Bisnis
“Global”
Beberapa Aktivitas manajement
·Prediksi
SDM perlu dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui penelitian SDM
·Rekrutmen
dan seleksi harus mendasarkan pada factor kemampuan, keribadian yang positif,
bermotivasi tinggi, nilai-nilai yang menunjang misi visi serta strategi masa
depan
·Orientasi
atau introduction perlau dilakukan dengan mendasarakan pada budaya perusahaan.
·Pelatihan
serta pengembangan perlu mengacu pada kompeten, motivasi, dan nilai-nilai yang
diharapkan
·Struktur
organisasi seyogyanya cenderung ramping dan fleksibel dan mendorong komunikasi
lateral.
·Jalur
karier karyawan perlu direncanakan dengan seksama dan secara transparan
dikomunikasikan
·Penilaian
prestasi perlu benar-benar menilai prestasi karyawan secara tepat dan
berorientasi pada pengembangan karyawan.
Kesimpulan
Globalisasi sudah menjamah
dari setiap kalangan,mulai dari sumber daya manusianya itu sendiri yang juga
dapat di ukur dari produktivitas masing-masing dalam kinerjanya. Dalam konteks
ini peran SDM sangat berguna sekali dalam membangaun sebuah perusahaan yang
akan dibangun.